Solo - Wali Kota Solo, Respati Ardi, mengecek kondisi Stadion Manahan usai dikritik mirip sawah saat laga Persis Solo vs Semen Padang. Dia menargetkan pemeliharaan akan dilakukan usai kompetisi Super League musim 2025/2026 berakhir.
"Kemarin serapan 15 menit sudah terserap. Memang kemarin curah hujan yang berulang tinggi, tapi lain dari itu kami ada beberapa sektor yang memang akan kita benahi setelah musim Liga 1 selesai," kata Respati kepada awak media di Stadion Manahan Solo, Senin (13/4/2026).
Seperti diketahui, kondisi lapangan Stadion Manahan Solo dikritik penasihat klub Semen Padang, sekaligus Anggota DPR RI, Andre Rosiade. Andre menyebut kondisi lapangan Manahan seperti sawah usai muncul genangan air saat babak kedua pertandingan Persis Solo melawan Semen Padang, Minggu (12/4).
Respati meninjau kondisi lapangan didampingi Dispora Kota Solo. Dalam laporannya kepada Respati, Dispora menyebut jika titik yang terjadi genangan air berada di bench pemain, yang sering digunakan untuk pemanasan.
Dia menyebut genangan air itu tidak cepat meresap karena penggunaan Stadion Manahan cukup tinggi. Selain digunakan untuk laga kandang Persis Solo di Super League, Stadion Manahan juga sering digunakan untuk fun football.
"Ternyata juga setiap satu minggu, musim liburan itu disini buat fun match sering sekali. Jadi memang perlu perawatan, jadi kita akan melakukan perawatan, dan ada pembatasan untuk fun match setelah Liga 1 selesai," ucapnya.
Dijelaskan, lapisan tanah pada lapangan tertutup lumpur karena pemakaian. Namun sistem drainase tidak ada masalah. Diperkirakan, perawatan akan memakan waktu dua bulan. Selama masa perawatan, aktivitas di lapangan Stadion Manahan akan dihentikan sementara.
"Karena jadwalnya padat ya, pembongkaran akan memakan waktu dua bulan. Jadi pas off season nanti baru kita benahi. Setelah Mei (akan kita benahi) nanti Juni, Juli, Agustus akan kita penutupan sementara fun football dan lainnya. Kita rawat dulu supaya bagus lagi untuk event-event internasional, Liga 1 ke depan bisa dipakai lagi," terangnya.
Respati mengatakan, selain perawatan lapangan, ruang ganti pemain, dan sejumlah fasilitas akan dirawat juga. Ditargetkan setelah perawatan itu, pertandingan tidak terganggu lagi saat hujan.
Saat disinggung anggaran perawatan Stadion Manahan berasal dari APBD Solo atau sumber lain, Respati akan melakukan kajian terlebih dahulu.
"Nanti kita akan cari rumusannya, pokoknya jangan sampai sport tourism di Solo terganggu. Itu jadi prioritas," ucapnya
Sementara itu, Kepala Bidang Olahraga Pendidikan dan Sarana Prasarana Dispora Kota Solo, M. Syamsu Rohman, mengatakan perawatan drainase lapangan terakhir dilakukan dua tahun lalu pasca-Piala Dunia U-17. Saat ini area tempat pemanasan pemain sering dilalui pemain, resapannya sudah berkurang.
Dia belum bisa memastikan butuh anggaran berapa banyak dalam perawatan fasilitas Stadion Manahan Solo. Namun diperkirakan, jumlah anggaran yang dikeluarkan tidak sebesar Stadion Gelora Bung Karno (GBK).
"Gambaran saya GBK 19-22 sudah dibongkar total, itu Rp 7 miliar informasinya. Kita hanya titik-titik tertentu saja. Daerah pemanasan pemain kan sering dilewati, sehingga terjadi pemadatan," kata Syamsu.
Dia mengatakan, pemadatan yang terjadi di Manahan karena sering digunakan. Setiap akhir pekan, Stadion Manahan Solo sering digunakan untuk fun football, di luar laga kandang Persis Solo.
"Kalau Sabtu Minggu banyak (yang sewa untuk fun football) pagi dan sore, bisa empat kali. Hari biasa juga ada, tapi tidak seramai Sabtu Minggu, kalau tidak dipakai Persis," pungkasnya